Biang keringat pada bayi

biang keringat pada bayi

Biang keringat yang kerap terjadi pada umumnya, apalagi sangat rentan terjadi pada sang bayi karena faktor pori-pori mereka lebih kecil dibandingkan pori-pori orang dewasa. Hal ini, perlu kita antisipasi bersama agar tidak semakin memburuk. Biasanya biang keringat itu dapat muncul ketika berada pada cuaca yang lembap atau panas, disitulah kemungkinan besar sang bayi akan demam dan lebih banyak mengeluarkan keringat. Namun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena biang keringat dapat sembuh dalam waktu beberapa hari, kecuali jika biang keringat tersebut mengalami infeksi. Dan ada beberapa cara atau pengobatan yang dapat dilakukan jika sang bayi mengalami biang keringat.[1] “dilansir dari laman Halodoc” cara untuk mengobati biang keringat pada bayi berikut diantaranya :

  1. Kesejukan kulit pada sang bayi

Sudahkah kamu pastikan kulit sang buah hati agar tetap selalu sejuk. Menjaga kulit bayi agar tetap sejuk termasuk salah satu cara mencegah sang bayi agar tidak terkena biang keringat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara basahi kulit sang bayi dengan kain basah atau dimandikan secara langsung, lalu biarkan kulit sang bayi kering dengan sendirinya tanpa diusap menggunakan handuk.

  1. Jangan sering digendong

Mengapa menggendong buah hati terus menerus dapat menyebabkan biang keringat itu terjadi. karena, ketika tubuh sang bayi bersentuhan dengan sang ibu maka disitu akan berhadapan dengan dua sumber panas yakni suhu yang yang terdapat pada tubuh sang ibu tersebut. Oleh karena itu disarankan bagi sang ibu untuk membiarkan sang bayi tidur diranjang dan bergerak dengan bebas.

  1. Hindari bayi dari lembap dan udara panas

Pastikan sang bayi selalu berada dalam ruangan yang sejuk dan teduh. AC maupun kipas angin tidak disarankan langsung berhadapan dengan sang bayi. Selain itu, ketika sang bayi sedang berada diluar atau dalam perjalanan jangan biarkan tubuh sang buah hati berpaparan langsung dengan sinar UV matahari.

  1. Oleskan krim dan losion

Krim hidrokortison adalah obat yang disarankan oleng dokter jika biang keringat bayi sudah benar-benar memburuk, pemkaiannya oleskan seperti biasa dan hindari dibagian area mata sang buah hati untuk mengantisipasi terjadinya iritasi pada sang bayi.

  1. Pakaian

Ternyata pakaian juga berpengaruh besar pada timbulnya biang keringat itu sendiri. Jadi, disarankan untuk memilih pakaian yanng terbuat dari serat alami serta berbahan katun. Dan jangan gunakan pakaian dari kain sintetis seperti poliester atau nilon, karena bahan tersebut sangat sulit menyerap keringat dan terasa panas saat dipakai. Jadi, gunakan pakaian yang longgar pada sang buah hati bahkan sesekali biarkan sang bayi beraktifitas tanpa mengenakan pakaian atau popok pastinya dalam hal ini sang bayi tetap dalam jagaan beraktifitas didalam ruangan yang teduh dan sejuk sehingga terbebas dari biang keringat bayi yang semakin memburuk.

Jenis biang keringat dan gejala yang pada umumnya terjadi pada orang dewasa terdapat pada bagian kulit yang tertutup pakaian dan lipatan pada area tubuh. Beda pada sang bayi yang terjadi dibagian area tubuh seperti leher, bahu, dan dada. Gejalan dari masing-masing biang keringat berbeda hal ini dapat digolongkan berdasarkan letak kedalaman saluran yang tersumbat pada kulit. Berikut diantaranya :

  • Milaria profunda

Hal ini jarang terjadi karena lapisan kulit bagian dalam (dermis). Akan tetapi, biang keringat jenis ini dapat berulang hingga menjadi kronis. Biasanya milaria profunda terjadi pada orang dewasa setelah melakukan aktifitas fisik sehingga memungkinkan untuk mengeluarkan banyak keringat. Dapat dilihat gejalanya yang muncul bintik-bintik lebih besar dan memiliki warna menyerupai kulit.

  • Miliaria crystallina

Milaria crystallina termasuk jenis biang keringat yang bisa dikatakan ringan karena faktor dari tersumbatnya saluran keringat pada lapisan atas kulit. Disertai dengan bintik-bintik kecil yang berisi cairan dan dapat dengan mudah pecah.

  • Miliarian rubra

Dalam hal ini sering terjadi pada orang dewasa jika dibandingkan dengan sang anak. Biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik berwarna merah dan kadang pula disertai rasa nyeri yang menyengat pada kulit. Beberapa kasus juga mengatakan bahwa biang keringat jenis ini dapat dengan mudah terinfeksi dan berisi nanah sehingga tidak heran jika disebut sebagai miliaria pustulosa.[2]

Sumber: Halodoc.com

[1] Sumber referensi Alodokter.com

[2] Sumber referensi Hellosehat.com